Tampilkan postingan dengan label niluh djelantik shoes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label niluh djelantik shoes. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

MY SAHARA NILUH DJELANTIK KILLER HIGH HEELS





I always, as usual love my mbak Niluh Djelantik Shoes. She always showers me with her love and her exquisite masterpieces, killer high heels, every time i want to launch my new book.

This time she gave her very best sahara slingbacks. Can not blink my eyes, the first time i saw this beauty. I am happy with nothing but Niluh Djelantik killer high heels.

Made from very best suede, hand made woven suede and 14cm wood high heels. So stunning and comfortable... and i can even walk in it the whole day during photo session. My very best friend, Novita Yunus asked me, how come i can walk in it the whole day? I said to her, it happens only in Niluh Djelantik Shoes...



For my latest book photo session, i use two pairs of Mbak Niluh, My Sahara in Purple and My Pink Snake Skin killer high heels.

So... I can choose whatever bag I want to wear today, but Niluh Djelantik shoes is a must for me.

I love made in Indonesia

xxx

Miss Jinjing

Selasa, 21 September 2010

TIDAK PERNAH CUKUP











Memang susah ya jadi perempuan..

Ceritanya setelah kemaren beberes lemari...

baru ngeh kalau,

Susah sekali untuk berkata cukup, apa lagi untuk urusan pernak-pernik perempuan. Kadang saya merasa keterlaluan, tidak mengucap syukur atas semua nikmat yang Tuhan beri. Tapi saya sering tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, terutama untuk bab -bab berikut ini...

1 Sepatu...

Tidak pernah cukup untuk namanya sepatu, dan tidak pernah puas menjadi hantu yang mengerikan bagi seorang hantu kasut seperti saya. Kalau lagi bersih-bersih lemari, baru sadar, punya tujuh pasang sepatu hitam yang tampangnya mirip-mirip.

Sendal emas dan sepatu emas berbaris di depan saya, berderet beserta semua sepatu dan sendal berwarna kuning, dan saya baru sadar kalau saya sudah seperti bling-bling goddess... karena dikelilingi sepatu emas atau nuansa kekuningan. padahal saya tidak punya satu pun baju warna kuning, kecuali pinjaman dari brand yang mengendorse saya...

Baru ngeh kalau ballerina Flats saya, sudah berjejer per colour tone, dan hanya untuk saya pandangi, karena saya lebih menganggapnya sebagai toys daripada fungsinya sebagai sepatu. Saya lebih senang memamerkannya kepada teman-teman majalah dan TV daripada saya pakai... hehehhee... habis kan kalau dipakai, sekali pakai hanya bisa sepasang, tapi kalau dijembrengin, kan keliatan semuanya. Thanks to mbak Niluh Djelantik yang sangat menyayangi sayang dan memberikan sepatu-sepatu terbaiknya. Forgive me... but i can't forget hehehhee....

2. Tas...

Kalau lagi pembersihan isi lemari, baru sadar kalau punyabatik chic tote bag yang modelnya sama ada 5 jenis warna. Excuse nya sih, karena jenis batiknya beda... jenis kulitnya beda... atau tote bag hitam yang mirip-mirip tapi beda bahan, dan beda brand , pastinya.. arrrggghhhhh !!!.... Oversize clutch bag yang modelnya sama, hanya beda warna dan beda bahan.... !!! Mungkin saya harus lebih bisa menahan diri untuk tidak membeli lagi.. atau kalaupun membeli, yang modelnya tidak mirip lagi.
Tapi bukankah selera itu, repetisi... selalu berulang dan ada kemiripan ? There is always an excuse, darling.

3. Lipstick...

Belum lama ini, saya baru sadar, warna lipstick saya ada di satu tone warna... pinkish peach... kalau enggak baby pink, ya, peach... selama bertahun-tahun... dan itu membosankan juga kalau dilihat.

4. Batik Loose Jacket

Baru ngeh, saat kemaren beberes lemari, ternyata batik loose jacket saya banyak dan beraneka warna, walau saya juga baru inget.. kalau ada beberapa yang dipinjam dan lalu dijadikan hak milik permanen sama sahabat-sahabat saya... Huaaaaa......

Tuhan maafin saya ya... Terima kasih untuk semua hujan berkat yang diberikan kepadaku....

xxx

Miss Jinjing

Jumat, 27 Agustus 2010

INDONESIAN SHOES MAESTRO



Mbak Niluh Djelantik and Her Icon, Miss Jinjing...




The Humble Shoes Maestro





Mbak cantikku, Mbak Niluh Djelantik Shoes...

Akhirnya bersedia hadir di acara Danamon American Express-Anteprima High Tea yang di adakan kemarin, 26 Agustus 2010 di Ninety Nine, Grand Indo, jam 5-7 sore. ]

Acaranya sangat meriah, dan satu kehormatan sendiri bisa hadir di acara ini. Datang jauh dari Bali, meninggalkan Shoes Cave nya. Satu kehormatan tersendiri. Mbak Niluh Djelantik cantik dan sangat sederhana dan rendah hati. Suatu kepribadian yang sangat jarang ditemukan akhir-akhir ini.

Sang Maestro memang pakar yang sangat mengerti dan sangat perduli dengan kenyamanan pemakaian sepatu kliennya. Terbukti pada saat viewing,di butik Anteprima di Plaza Indonesia, hari ini, Mbak Niluh tidak segan segan turun tangan, langsung jongkok di kaki kliennya untuk memeriksa sepatu yang dikenakan para kliennya.

Tidak heran, karyanya dipercaya jadi official shoes dalam film Eat, Pray and Love yang dibintangi oleh Julia Robert. Saya berasa jadi beda tipis nasibnya sama Julia Robert hehehehe....

Mbak, terima kasih ya untuk kehadirannya. I love you so muchhh.....

xxx

Miss Jinjing

Official icon of Niluh Djelantik Shoes

VIEWING Niluh Djelantik Shoes... 27-29 Agustus 2010 di ANTEPRIMA, Plaza Indonesia, level 1-156, MH Thamrin , Jakarta Pusat, Jam 10-16 WIB

Senin, 23 Agustus 2010

MY DAY IN RAFLESS HOTEL , SINGAPORE



Lobby in Rafless Hotel Singapore



Waiting for someone, darla???

What a lucky day.. got a chance to spend time and enjoy the luxury of Rafless Hotel, Singapore... One of the most legendary hotel on earth. The history of Rafless Hotel, start in 1887 from 10 rooms only.

Every single little things in this hotel is the history of Singapore itself... I love them all, esp their wall of fame... I hope one day there is a pic of Miss Jinjing with GM of Rafless hotel, beside pic of Sidney Sheldon.... Arrrghhhh.... mimpi kali ye... Di wall of fame itu hanya ada photo orang Indonesia, PakHarto dan Ibu Tien, beserta Pak Sby dan Ibu Sby... the next will be Miss Jinjing and.... hehehee.... Malaikat lewat..... Malaikaaatttt....

I love the legendary bar in this hotel, Long Bar... where did the Singapore Sling come from. So historical and well preserved. They have wood tile where they spread peanut's skin. They said that it is to make tile, more shinny... and absorb oil...




I was at Writer Suite, in Rafless Hotel, worth Sing 15oo $ per night. And Sidney Sheldon was here long time ago.. Mudah - mudahan rezekinya tertular yah hehehee.... Aminnn... Malaikat lewat dengerin dong....




My Joyful moment in Rafless enable by Trias and Anteprima Indonesia

Wardrobe, Tre Batik
Bag, Anteprima
Shoes, Niluh Djelantik.